Tahukah kamu kalau otak manusia bisa menyimpan hingga 2,5 petabyte data? Itu kira-kira setara dengan tiga juta jam acara TV!
Memori kita memang luar biasa, tapi bisa juga rapuh.
Seiring bertambahnya usia, masalah memori sering jadi kekhawatiran.
Nah, ada hubungan menarik nih antara kadar oksigen dan memori yang bisa bantu kita mengingat masa lalu. Yuk, kita bahas!
Ilmu Tentang Memori
Dilansir SuperO2 dari OxygenPlus.com, memori kita nggak disimpan di satu tempat aja, tapi tersebar di seluruh otak.
Hipokampus, bagian otak yang bentuknya mirip kuda laut, sangat penting buat membentuk memori baru.
Sedangkan korteks serebral menyimpan memori jangka panjang dan memberikan konteks pada kenangan kita.
Memori terbentuk ketika neuron (sel-sel otak) saling berkomunikasi melalui sinapsis.
Koneksi ini jadi lebih kuat kalau sering digunakan atau punya arti emosional.
Jadi, saat kita belajar sesuatu yang baru, terbentuklah jejak memori di otak kita.
Pemicu Memori dan Pengingat
Memori sering dipicu oleh hal-hal di sekitar kita atau dari dalam diri sendiri.
Pemicu eksternal bisa berupa aroma yang dikenal atau lagu favorit.
Sementara pemicu internal bisa berupa emosi, pikiran, atau asosiasi tertentu.
Untuk mengingat memori, otak kita mengaktifkan kembali jalur saraf yang terkait dengan memori itu.

Hipokampus berperan sebagai pengambil jejak memori, sedangkan korteks serebral menyajikan detailnya.
Bayangkan saja seperti otak kita mengambil file dari perpustakaan besar yang terorganisir dengan rapi.
Peran Oksigen dalam Memori
Oksigen sangat penting buat fungsi otak karena memberi energi buat proses metabolisme yang bikin neuron kita tetap aktif.
Kekurangan oksigen bisa berdampak buruk pada memori.
Penelitian menunjukkan bahwa kurang oksigen bisa mengganggu fungsi kognitif, termasuk memori dan waktu reaksi.
Jadi, menjaga kadar oksigen yang sehat penting banget buat kinerja otak yang optimal, apalagi seiring bertambahnya usia kita.
Cara Meningkatkan Oksigen untuk Mengingat Memori
Berikut beberapa cara untuk meningkatkan kadar oksigen di otak dan membantu mengingat memori:
- Latihan Pernapasan Dalam
Teknik pernapasan dalam seperti pernapasan diafragma bisa meningkatkan asupan oksigen dan memperbaiki fungsi kognitif.
- Latihan Aerobik
Jogging, berenang, atau menari bisa meningkatkan sirkulasi darah dan pengiriman oksigen ke otak.
- Meditasi dan Yoga
Aktivitas ini bisa mengurangi stres dan meningkatkan aliran oksigen ke otak.
- Udara Segar dan Alam
Menghabiskan waktu di luar ruangan dengan udara segar bisa meremajakan kemampuan kognitif dan memori.
- Produk Oksigen Tambahan
Memenuhi hidrasi tubuh dengan air minum biasa tidak cukup, cobalah air murni beroksigen SuperO2 Sportivo.

Air ini mengandung oksigen 100 ppm, 25 kali lebih banyak dibandingkan air minum biasa.
Kandungan oksigen ekstra dari SuperO2 Sportivo diproses menggunakan Teknologi Oxybooster dari Jerman, yang pertama di Indonesia.
SuperO2 Sportivo bisa memberikan dorongan oksigen cepat saat dibutuhkan dan membantu meningkatkan pengingat memori.


