SuperO2 News

Mengenal Flexitarian, Pola Diet yang Banyak Manfaat untuk Tubuh

by | Dec 29, 2023

Home 9 Berita 9 Mengenal Flexitarian, Pola Diet yang Banyak Manfaat untuk Tubuh
Photo by rawpixel on Freepik

Pernah mendengar istilah flexitarian? Istilah ini mungkin cukup awam bagi orang-orang yang belum pernah melakukan pola diet vegetarian. Secara umum, flexitarian adalah pola diet hasil pengembangan dari diet vegetarian.

Ada beberapa hal yang membedakan flexitarian dengan pola diet vegetarian pada umumnya. Penasaran apa saja? Berikut penjelasan tentang flexitarian secara lengkap, mulai dari pengertian, manfaat, hingga contoh pola makannya.

1. Apa itu flexitarian?

Flexitarian adalah pola makan yang menggabungkan prinsip-prinsip vegetarian dengan fleksibilitas dalam mengonsumsi daging atau produk hewani dalam jumlah yang lebih kecil atau secara terbatas. Secara harfiah, “flexitarian” adalah gabungan dari kata “flexible” (fleksibel) dan “vegetarian”.

Pendekatan ini mengutamakan konsumsi makanan berbasis tanaman, seperti buah, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan produk kacang-kacangan, sambil membatasi asupan daging dan produk hewani lainnya. Ada variasi dalam pola makan flexitarianisme, beberapa orang mungkin memilih untuk mengurangi konsumsi daging secara drastis, sementara yang lain mungkin memilih hari-hari tertentu dalam seminggu untuk tidak mengonsumsi daging.

Tujuan utama flexitarian adalah untuk meningkatkan asupan makanan sehat berbasis tanaman, sambil memperkenalkan fleksibilitas dalam konsumsi daging. Pola makan ini dikenal karena manfaat kesehatan yang dianggapnya bawa, termasuk peningkatan kesehatan jantung, penurunan risiko obesitas, dan kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi jejak karbon yang dihasilkan oleh produksi daging.

Prinsip utamanya adalah fleksibilitas untuk menyesuaikan pola makan berbasis tanaman dengan sedikit konsumsi produk hewani.

2. Manfaat Pola Makan Flexitarian

1. Peningkatan Kesehatan Jantung

Mengurangi asupan daging merah dan lemak jenuh yang berlebihan dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan strok. Mengonsumsi lebih banyak makanan berbasis tanaman yang kaya serat, vitamin, dan mineral dapat mendukung kesehatan jantung.

2. Pengurangan Risiko Obesitas

Pola makan flexitarian cenderung mempromosikan penurunan berat badan karena lebih banyak mengutamakan makanan rendah kalori dan tinggi serat dari tumbuhan. Ini membantu dalam pengaturan berat badan dan mengurangi risiko obesitas.

3. Peningkatan Kesehatan Usus

Konsumsi lebih banyak makanan berbasis tanaman membantu meningkatkan kesehatan usus karena kaya akan serat. Serat mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam usus yang penting untuk pencernaan yang sehat.

4. Kontribusi terhadap Keberlanjutan Lingkungan

Dengan mengurangi konsumsi daging, pola makan flexitarian membantu mengurangi jejak karbon yang dihasilkan oleh produksi daging. Produksi daging dapat memengaruhi lingkungan melalui deforestasi, penggunaan air yang besar, dan emisi gas rumah kaca.

5. Dukungan terhadap Kesejahteraan Hewan

Meskipun tidak sepenuhnya vegetarian atau vegan, mengurangi konsumsi daging membantu mengurangi permintaan daging dan dapat mempromosikan praktik peternakan yang lebih etis bagi hewan.

6. Kemungkinan Peningkatan Kualitas Hidup

Dengan fokus pada konsumsi makanan berbasis tanaman yang lebih banyak, pola makan flexitarian dapat membantu dalam meningkatkan energi, meningkatkan mood, dan meningkatkan kualitas tidur.

7. Keanekaragaman Makanan

Dengan memasukkan lebih banyak makanan berbasis tanaman dalam pola makan, seseorang dapat menikmati lebih banyak variasi makanan, mencoba resep baru, dan mengeksplorasi jenis makanan yang berbeda.

8. Fleksibilitas dalam Pilihan Makanan

Fleksibilitas dalam pola makan memungkinkan individu untuk menyesuaikan dengan preferensi pribadi dan kebutuhan kesehatan mereka tanpa merasa terikat pada aturan ketat tertentu.

SuperO2 Sportivo
Photo by SuperO2 on Instagram

3. Pola Makan Flexitarian

1. Fokus pada Makanan Berbasis Tanaman:

  • Sayuran dan Buah: Sertakan berbagai jenis sayuran dan buah-buahan dalam diet harian. Pilih sayuran hijau, wortel, tomat, paprika, brokoli, bayam, dan lainnya.
  • Biji-bijian dan Kacang-kacangan: Konsumsi biji-bijian utuh seperti beras merah, quinoa, kacang polong, kacang kedelai, kacang-kacangan.
  • Produk Kacang-kacangan: Tambahkan tofu, tempeh, atau produk nabati lainnya sebagai sumber protein alternatif.

2. Batasi Konsumsi Daging:

  • Pilih waktu tertentu dalam seminggu sebagai “hari tanpa daging” atau “hari vegetarian”.
  • Kurangi porsi daging dan produk hewani. Misalnya, jika biasanya kamu makan daging setiap hari, coba kurangi menjadi beberapa kali seminggu.

3. Menciptakan Resep Alternatif:

  • Coba variasi resep vegetarian atau vegan. Lakukan eksperimen berbagai jenis masakan dan resep untuk menemukan makanan yang kamu sukai.
  • Ganti daging dengan sumber protein nabati dalam resep favoritmu.

4. Tingkatkan Pilihan Makanan Nabati:

Perkaya diet Anda dengan variasi makanan nabati. Cobalah makanan baru dan eksplorasi dalam penggunaan rempah-rempah dan bumbu.

5. Cari Informasi Nutrisi:

Pastikan untuk memperoleh nutrisi yang cukup dari sumber-sumber nabati seperti zat besi, kalsium, protein, dan vitamin B12. Jika perlu, konsumsi suplemen.

6. Pertimbangkan Kualitas:

Pilih makanan berbasis tanaman yang sehat, hindari mengonsumsi makanan olahan atau makanan tinggi gula tambahan.

7. Tetap Utamakan Fleksibilitas:

Kamu tidak perlu menjadi vegetarian penuh waktu. Berikan fleksibilitas pada diri sendiri, sesuaikan pola makan sesuai kebutuhan dan preferensi.

Demikianlah penjelasan lengkap tentang pola makan flexitarian yang bisa kamu terapkan. Selain menerapkan pola makan ini, penting untuk tetap menjaga tubuh terhidrasi dengan mengonsumsi air putih berkualitas seperti SuperO2.

SuperO2 adalah air oksigen yang mengandung 100 ppm oksigen diproses dengan teknologi OxyBooster dari Jerman. Kandungan Oksigennya 25x lebih banyak daripada air minum biasa, sehingga menghasilkan air minum berOksigen tinggi. SuperO2 juga mampu memberi kesegaran ekstra pada tubuh setiap hari.

Sumber

SuperO2 – Postingan Terkait

SuperO2 vs Air Minum Biasa: Kenapa Harus Beralih ke SuperO2?

SuperO2 vs Air Minum Biasa: Kenapa Harus Beralih ke SuperO2?

Seperti yang kita tahu, air adalah komponen utama tubuh manusia dan penting bagi kita untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Tapi tahu nggak, ada yang lebih memberikan manfaat lho dari sekedar air minum biasa! Yak, dibandingkan air minum biasa, air beroksigen...