SuperO2 News

4 Fungsi Kelenjar Keringat dan Risiko Penyakitnya, Simak!

by | Nov 9, 2023

Home 9 Berita 9 4 Fungsi Kelenjar Keringat dan Risiko Penyakitnya, Simak!
ilustrasi pria berkeringat
Photo by jcomp on Freepik

Saat melakukan aktivitas fisik yang memacu jantung atau berada di cuaca panas, kamu tentu akan mengeluarkan cairan keringat. Pada dasarnya, keringat adalah cairan alami tubuh yang dikeluarkan oleh kelenjar keringat pada kulit manusia.

Keringat dikeluarkan sebagai respons tubuh untuk mendinginkan suhu. Namun, akibatnya cairan tubuh akan berkurang. Jika tidak segera digantikan oleh cairan lain, tubuh bisa mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Makanya minum air putih sangat dianjurkan untuk mencegah dehidrasi.

Kelenjar keringat memang bertugas untuk menghasilkan cairan keringat dari tubuh sebagai usaha untuk mendinginkan suhu tubuh. Namun, kelenjar keringat juga mengeluarkan keringat untuk beberapa fungsi lainnya bagi tubuh.

Fungsi Kelenjar Keringat

Berikut beberapa fungsi kelenjar keringat:

1. Agar suhu tubuh tetap stabil

Fungsi utama kelenjar keringat adalah menjaga suhu tubuh tetap stabil. Saat tubuh mendeteksi adanya suhu panas, maka kelenjar keringat akan bekerja mengeluarkan air ke permukaan kulit untuk mendinginkan kulit dan aliran darah di kulit. Proses ini terjadi secara alami karena kelenjar keringat terhubung dengan neuron dan juga berhubungan dengan sistem saraf pusat.

2. Melembapkan kulit

Kelenjar keringat yang mengeluarkan keringat juga bisa menjadi pelembap bagi kulit dan rambut. Keringat sebagai minyak alami kulit bisa melembapkan rambut agar tidak kering dan rusak.

3. Membasmi bakteri

Kelenjar keringat juga bisa menghilangkan bakteri dari dalam tubuh yang bisa berdampak negatif bagi kesehatan seseorang. Fungsi kelenjar keringat ini dibantu oleh glikoprotein. Hal ini bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap infeksi kulit.

4. Membuang zat beracun dari dalam tubuh

Fungsi kelenjar keringat berikutnya adalah membuang zat beracun di dalam tubuh melalui keringat. Namun, penelitian tentang peran kelenjar keringat dalam mengeluarkan zat beracun melalui keringat ini masih cukup minim, sehingga butuh riset lebih lanjut.

Risiko Penyakit Kelenjar Keringat

Kelenjar keringat akan bekerja secara alami dan sudah otomatis di dalam tubuh kita. Namun, ada kemungkinan masalah terjadi pada kelenjar keringat, sehingga menyebabkan beberapa risiko penyakit. Berikut di antaranya:

1. Hiperhidrosis

Hiperhidrosis adalah gangguan ketika tubuh memproduksi keringat secara berlebihan dan terlalu banyak. Secara umum, hiperhidrosis terbagi menjadi dua, yaitu primer dan sekunder.

Hiperhidrosis primer adalah kondisi produksi keringat yang meningkat pada beberapa area tubuh tertentu seperti telapak tangan, kaki, wajah, dan ketiak karena berkaitan dengan kondisi genetik. Sedangkan hiperhidrosis sekunder adalah kondisi produksi keringat berlebih karena faktor fisiologis, patologi, gangguan neurologis, hingga efek pengobatan.

Ada beberapa penyebab hiperhidrosis, di antaranya:

  • Perubahan hormon
  • Kelenjar tiroid terlalu aktif
  • Gangguan saraf
  • Gula darah rendah
  • Diabetes
  • Efek samping obat-obatan tertentu

2. Hipohidrosis dan anhidrosis

Hipohidrosis dan anhidrosis adalah gangguan ketika keringat yang diproduksi tubuh terlalu sedikit atau tidak ada sama sekali. Kondisi anhidrosis yang kronis bahkan bisa menyebabkan kematian, utamanya karena hipertermia.

Penderita hipohidrosis dan anhidrosis dapat menunjukkan tanda xerosis atau kulit kering serta intoleransi terhadap panas. Gejala ini ditandai dengan pusing, sulit bernapas, dan kelelahan. Ada beberapa penyebab hipohidrosis dan anhidrosis, seperti:

  • Dehidrasi
  • Gangguan saraf
  • Gangguan kulit
  • Luka bakar yang sampai menyebabkan kelenjar keringat rusak
  • Hipotiroidisme atau kelenjar tiroid kurang aktif
  • Terkena panas matahari dalam jangka waktu lama
SuperO2 Sportivo air minum beroksigen
Photo by SuperO2 on Instagram

Cukupi Kebutuhan Cairan Tubuh dengan Minum SuperO2

Oleh sebab itu, penting untuk selalu mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih setiap hari. Pilihlah produk air putih yang berkualitas, seperti SuperO2. SuperO2 adalah air putih beroksigen yang mampu memberikan hidrasi terhadap tubuh secara maksimal.

SuperO2 diproses secara higienis dengan kandungan 5X oksigen lebih banyak dari air minum biasa. SuperO2 juga aman diminum setiap hari, bahkan bisa memberi kesegaran ekstra setelah lelah beraktivitas sepanjang hari.

Sumber

SuperO2 – Postingan Terkait

SuperO2 vs Air Minum Biasa: Kenapa Harus Beralih ke SuperO2?

SuperO2 vs Air Minum Biasa: Kenapa Harus Beralih ke SuperO2?

Seperti yang kita tahu, air adalah komponen utama tubuh manusia dan penting bagi kita untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Tapi tahu nggak, ada yang lebih memberikan manfaat lho dari sekedar air minum biasa! Yak, dibandingkan air minum biasa, air beroksigen...